SOFTWARE SIMPAN PINJAM KOPERASI

COCOK UNTUK: KSP - USP - KOPKAR - BMT - KJKS - USAHA JASA KEUANGAN.

SOFTWARE TOKO / MINIMARKET / WASERDA KOPERASI

COCOK UNTUK: TOKO SERBA USAHA - SUPERMARKET - MINIMARKET - WASERDA KOPERASI - RESTORAN - CAFE DAN LAIN LAIN.

SOFTWARE AKUNTANSI USAHA DAGANG DAN JASA

DAPAT DIPERGUNAKAN UNTUK PENGELOLAAN KEADMINISTRASIAN DAN AKUNTANSI LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PENJUALAN ATAU YANG BERGERAK DALAM BIDANG JASA.

SOFTWARE ANTRIAN PELAYANAN UMUM

DAPAT DIPERGUNAKAN UNTUK PELAYANAN UMUM PEMERINTAH DAN SWASTA - BANK - RUMAH SAKIT - RESTORAN DAN LAIN LAIN.

SOFTWARE APOTIK DAN KLINIK

SANGAT COCOK UNTUK APOTIK YANG TERINTEGRASI DENGAN PRAKTEK DOKTER - BALAI PENGOBATAN - PUSKESMAS - KLINIK MANDIRI.

Minggu, 29 September 2013

Membuka Usaha Mini Market


Untuk merintis bisnis minimarket ada beberapa jalan yang dapat dipilih, yakni membuka minimarket mandiri dengan nama dan desain sendiri (non-franchise) atau mengambil franchise. Bagi Anda yang memiliki modal yang kuat dan tak ingin dipusingkan dengan persoalan manajemen usaha namun ingin memiliki usaha minimarket, tentu Anda dapat mengambil bisnis franchise minimarket. Konsekuensinya modal yang perlu dikeluarkan cukup besar.

Sementara itu bagi Anda yang tertantang untuk merintis bisnis minimarket dari nol, Anda bisa memilih untuk membangun ushaa minimarket non franchise tersebut. Namun sebelum memutuskan untuk membuka minimarket, banyak hal yang perlu disiapkan di antaranya mengetahui manajemen usaha minimarket, inventory barang, manajemen SDM, pengaturan produk display, hingga pengaturan belanja dan stok barang. Nah bagi Anda yang tak memiliki pengalaman di bidang manajemen pengelolaan usaha ritel, jangan khawatir, kini telah banyak jasa konsultan yang mampu membantu Anda menwujudkan impian merintis bisnis minimarket dengan modal yang terbatas. Pasalnya, investasi yang diperlukan untuk membuka minimarket non franchise pastinya lebih terjangkau dan Anda pun tak perlu berbagi keuntungan maupun royalty dengan pihak franchisor.

Tahapan Bisnis.
Langkah pertama yang harus dimiliki pebisnis yang ingin memiliki minimarket adalah mutlak harus memiliki tempat usaha diluar modal. Idelanya luasan minimarket mulai dari 50 m2 sampai 150 m2. Meskipun hanya memiliki ruko atau tempat usaha hanya 50 m2, namuan upayakan lebar bagian depan tempat usaha tidak kurang dari 5 meter. Yang membedakan minimarket dengan departemen store yang juga perlu diperhatikan adalah jumlah orang yang lalu lalang dikawasan tersebut. Ingat, 80% pengunjung miniamrket adalah orang pejalan kaki, sehingga cari lokasi yang mudah dijangkau pejalan kaki. Pastikan lokasi usaha yang akan dibangun minimarket tersebut berada di kawasan stratagis seperti ruko kompleks perumahan, pinggir jalan yang ramai atau sepanjang jalar masuk menuju kompleks perumahan. Langkah kedua, Seperti usaha lainnya urusan perizinan usaha seperti izin usaha dari lingkungan sekitar (RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan), Departemen Perindustrian dan Perdagangan setempat, SIUP, NPWP, TDP hingga hak izin undang-undang gangguan (HO). Langkah ketiga adalah menghitung biaya yang akan dikeluarkan tiap meter persegi. Rasio investasi sebuah minimarket mulai dari Rp 3-4,2 juta/m2. Dengan demikian jika Anda ingin membuka usaha minimarket dengan luasan 50 m2 setidaknya modal yang diperlukan diluar bangunan adalah Rp 150-200 juta yang berisi 20 rak.

Konsep Pelayanan Dalam Mini Market


Dalam manajemen pengelolaan layanan konsumen didalam mini market ada dua opsi yang pilihan swalayan penuh atau semi swalayan. Sebenarnya kedua jenis layanan ini selalu berdampingan tergantung situasi dan kondisi.


Swalayan penuh itu berarti memberikan kebebasan kepada calon konsumen untuk melihat, mengambil dan membawa barang sendiri ke kasir untuk dibayar. Jenis pelayanan ini tentu saja memerlukan ruang / space dispay / pajang yang memadai sehingga barang bisa mudah dilihat, dijangkau calon konsumen. Pemilik / pengelola toko hanya terlibat dalam menghitung jumlah belanjaan, kemudian menerima pembayaran dari pembeli saja.

Semi Swalayan adalah jenis pelayanan dimana ada batas-batas tertentu yang tidak memungkinkan calon konsumen untuk melihat, dan mengambil barang secara langsung, harus meminta bantuan pemilik atau pelayan toko. Biasanya pelayanan jenis ini berlaku pada produk yang dijual dengan karakter harga mahal jadi rawan kejahatan, gampang rusak atau dalam jumlah besar pembeliannya.

PETA MAP LOKASI

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More